JAKARTA I Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen hari ini menegaskan bahwa peresmian Tugu dan Museum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) pada momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026
Bukan hanya seremoni simbolik, tetapi bentuk nyata, komitmen media siber terhadap profesionalisme dan kepatuhan regulasi.
Peresmian yang digelar di Jakarta, senin (9/2/26), menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan pers digital di Indonesia.
Acara tersebut dihadiri tokoh pers nasional, pejabat negara, serta pimpinan perusahaan media dari berbagai daerah.
Menurut Ahmad Luthfi, SMSI sebagai organisasi perusahaan pers yang menjadi konstituen Dewan Pers, memiliki peran strategis dalam memastikan perusahaan media berjalan sesuai aturan dan kode etik jurnalistik.
“Keberadaan Tugu dan Museum SMSI ini menjadi pengingat bahwa media siber harus terus berkembang dalam koridor hukum dan regulasi Dewan Pers,” ujar Gubernur Jateng kepada wartawan, Kamis (12/2/26).
Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya media tidak terverifikasi, kehadiran SMSI menjadi filter penting, dalam menjaga kualitas pemberitaan.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi juga menekankan bahwa pemerintah membutuhkan media yang kuat, kredibel, dan bertanggung jawab sebagai mitra pembangunan.
Media, kata dia, bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga pengawas jalannya kebijakan publik.
Rangkaian acara peresmian turut diisi diskusi strategis tentang masa depan media digital Indonesia.
Para narasumber sepakat bahwa integritas dan profesionalisme menjadi kunci utama, agar industri media tetap dipercaya masyarakat.
Momentum HPN 2026 ini. dinilai sebagai penguat kolaborasi nasional antara pemerintah dan insan pers dalam membangun demokrasi yang sehat.(red)
















