JAKARTA – Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI) Pusat terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah bullying
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penyalahgunaan narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Ketua Umum RPPAI Pusat, Agus Kliwir mengatakan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat, agar setiap anak dapat tumbuh dalam suasana yang aman dan nyaman.
Ia menjelaskan bahwa bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari pemukulan, penghinaan, ejekan, ancaman, pengucilan, penyebaran fitnah
Hingga perundungan melalui media sosial, yang sering kali meninggalkan luka psikologis mendalam.
Menurut Agus Kliwir korban perundungan berpotensi mengalami gangguan mental, kehilangan kepercayaan diri, menurunnya prestasi belajar, hingga menarik diri dari lingkungan sosial, apabila tidak segera mendapatkan pendampingan.
Di sisi lain, RPPAI juga mengingatkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga bukan hanya menyangkut kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan psikis, seksual dan penelantaran yang dapat berdampak buruk terhadap perkembangan
“Anak yang tumbuh di lingkungan penuh kekerasan berisiko mengalami trauma berkepanjangan, bahkan berpotensi meniru perilaku tersebut ketika dewasa. Karena itu pencegahan harus menjadi prioritas,” ujar Agus Kliwir saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (5/8/26).
RPPAI turut mengajak masyarakat menjauhi narkoba, karena penyalahgunaannya dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan pendidikan, memicu tindak kriminal, hingga merusak keharmonisan keluarga.
Agus Kliwir menekankan bahwa negara telah memberikan perlindungan hukum melalui UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT
Sehingga setiap korban memiliki hak memperoleh perlindungan, serta pendampingan hukum.
RPPAI berharap meningkatnya kesadaran masyarakat akan mendorong terciptanya lingkungan yang ramah anak, bebas kekerasan terhadap perempuan, serta terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk berani mencegah, melaporkan, dan melindungi korban.
Generasi Indonesia harus tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tutur Agus Kliwir.(red)



















