PATI – Isu melonjaknya harga minyak goreng hingga Rp22.000 per liter di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Pati, akhirnya mendapat klarifikasi dari badan urusan logistik (Bulog).
Melalui kegiatan gerakan pangan murah (GPM) yang digelar di Pasar Tlogowungu, Jumat (13/3/2026)
Bulog memastikan bahwa minyak goreng merek MinyaKita tetap dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Pemimpin Cabang Bulog Pati, Meitha Nova Riany menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan pengecekan di lapangan, setelah adanya laporan mengenai tingginya harga minyak goreng di pasaran.
Hasil pengecekan tersebut menunjukkan bahwa minyak goreng yang dijual dengan harga tinggi bukanlah MinyaKita, melainkan minyak goreng premium dengan merek lain.
“Setelah kami cek langsung di pasar, ternyata minyak yang dijual Rp22.000 itu bukan MinyaKita, melainkan minyak premium.
Jadi perlu kami luruskan agar masyarakat tidak salah informasi,” jelas Meitha Nova Riany didampingi Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid kepada wartawan.
Ia menegaskan, bahwa harga resmi MinyaKita tetap mengikuti kebijakan pemerintah, yakni berkisar Rp14.500 hingga Rp15.700 per liter.
Untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga, Bulog juga menyalurkan minyak goreng secara langsung kepada pedagang yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Langkah ini dilakukan, agar distribusi dapat lebih terkontrol sekaligus. untuk mencegah adanya permainan harga di tingkat pedagang.
Selain itu, Bulog juga memprioritaskan distribusi ke pasar-pasar desa yang menjadi pusat transaksi masyarakat.
“Kami rutin melakukan dropping ke pasar desa. Bulog siap menyalurkan stok, agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan minyak goreng,” tambahnya.
Dalam kegiatan GPM tersebut, Bulog tidak hanya menyalurkan minyak goreng MinyaKita, tetapi juga menyediakan sejumlah kebutuhan pokok lain dengan harga terjangkau.
Di antaranya beras SPHP dengan harga Rp57.000 per sak, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.
Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah, dalam menjaga stabilitas harga pangan. sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau
Para pedagang di Pasar Tlogowungu pun menyambut baik langkah tersebut. Salah satu pedagang, Jamiatun Nikmah menambahkan bahwa sebelumnya harga minyak goreng sempat naik, karena pasokan terbatas.
Namun setelah adanya distribusi dari Bulog, harga kembali normal dan pasokan mulai lancar.“Sekarang sudah kembali normal. Pedagang juga lebih tenang karena stoknya ada,” kata Jamiatun Nikmah.
Dengan adanya program ini, pemerintah berharap stabilitas harga bahan pokok di wilayah Kabupaten Pati.(red)















