JAKARTA I Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum strategis mempererat kolaborasi antara TNI Angkatan Darat dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Peresmian Tugu dan Museum SMSI pertama di Indonesia, dinilai sebagai simbol penguatan sinergitas lintas sektor dalam menjaga persatuan bangsa.
Kapten Inf. Edi Priyono, Dankipan C Yonif 410/Alugoro menegaskan bahwa keberadaan museum tersebut bukan sekadar monumen sejarah
Melainkan representasi hubungan harmonis, antara pertahanan negara dan kebebasan pers yang bertanggung jawab.
“Pers dan TNI AD memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keutuhan bangsa dan mendukung pembangunan nasional. Sinergi ini harus terus diperkuat,” ujar Dankipan C Yonif 410/Alugoro kepada wartawan, Rabu (11/2/26).
Ia menjelaskan, di era digital saat ini, media siber memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik.
Oleh karena itu, komunikasi yang sehat antara TNI AD dan insan pers menjadi kebutuhan strategis.
Menurutnya, transparansi informasi merupakan bagian dari profesionalisme institusi. Media, lanjut dia, menjadi jembatan antara TNI AD dan masyarakat luas dalam menyampaikan program, kegiatan, hingga capaian kinerja.
Dankipan C Yonif 410/Alugoro, Kapten Edi menambahkan, bahwa hubungan baik yang terjalin selama ini telah memberikan dampak positif, dalam membangun citra institusi yang humanis dan terbuka.
Museum SMSI yang diresmikan pada 9 Februari 2026 itu menghadirkan dokumentasi sejarah perkembangan media siber Indonesia.
Kehadirannya diharapkan menjadi pusat literasi dan edukasi publik, terutama bagi generasi muda.
HPN 2026 pun menjadi momentum refleksi bahwa kekuatan bangsa, tidak hanya bertumpu pada pertahanan fisik, tetapi juga pada kekuatan informasi yang akurat dan berimbang.(red)















