JEPARA – Membangun budaya tertib berlalu lintas tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan edukasi berkelanjutan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, hingga tingkat desa.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Jepara, AKP Royke Noldy Darean saat berdiskusi dengan Agus Kliwir, Ketua Koordinator SMSI Eks Karisidenan Pati mengenai upaya peningkatan kesadaran keselamatan berkendara di wilayah Kabupaten Jepara.
AKP Royke mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas yang mencapai 771 kejadian menunjukkan bahwa edukasi keselamatan masih harus terus ditingkatkan kepada masyarakat.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya untuk menghindari sanksi hukum
Namun lebih penting untuk melindungi keselamatan diri sendiri, dan pengguna jalan lainnya.
Karena itu, Satlantas Polres Jepara akan menggencarkan program sosialisasi hingga ke tingkat desa, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Materi edukasi akan difokuskan pada pentingnya penggunaan helm, mematuhi rambu lalu lintas, penggunaan sabuk pengaman serta menghindari penggunaan telepon seluler selama berkendara”, ujar Kasat Lantas Polres Jepara kepada wartawan, Jumat (26/6/26).
Agus Kliwir menyebut peran media sangat penting dalam mendukung kampanye keselamatan berlalu lintas
Agar kedepan pesan yang disampaikan kepolisian dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Melalui kerjasama antara aparat kepolisian, media dan masyarakat, diharapkan budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh
Sehingga mampu menekan angka kecelakaan, dan menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan”, tutur Agus Kliwir, Dirut PT. MNS Grub Pers dan CEO PT. SMGC.(red)

















