SEMARANG – Ketua DPC PPP sekaligus Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan mengingatkan kader muda agar tidak terjebak pada orientasi politik yang hanya mengejar jabatan dan kekuasaan.
Menurutnya, kekuatan seorang kader justru terletak pada integritas, kapasitas dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Muslihan ketika menjadi pemateri Pendidikan Kader Menengah yang digelar PW Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Jawa Tengah di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (4/9/2026).
Muslihan mengatakan, perkembangan politik membutuhkan kader yang memiliki karakter kuat, sekaligus mampu memahami persoalan masyarakat.
Kader muda, kata dia, harus berani tampil membawa gagasan baru, menawarkan solusi dan membuktikan kebermanfaatan melalui kerja nyata.
“Politik bukan sekadar bagaimana mendapatkan posisi, tetapi bagaimana memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujar Muslihan saat dikonfirmasi wartawan
Ia menilai nilai-nilai Islam, akhlak dan ilmu pengetahuan harus menjadi fondasi dalam membangun karakter kader.
Tanpa fondasi tersebut, kader akan mudah kehilangan arah, ketika menghadapi dinamika politik dan kepentingan yang semakin kompleks.
Ketua Komisi B DPRD Pati juga mendorong kader menengah untuk aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, serta memahami berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat akan membuat kader tidak hanya memahami teori politik, tetapi juga mengetahui kebutuhan nyata yang harus diperjuangkan.
Maka dalam pendidikan Kader Menengah mampu menjadi momentum memperkuat kualitas generasi muda PPP, sekaligus menyiapkan calon-calon pemimpin yang berintegritas.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang punya gagasan, punya keberanian dan mau bekerja untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. (red)


















