PATI – Program jaminan kesehatan yang seharusnya melindungi masyarakat kecil, justru menyisakan ironi di wilayah Kabupaten Pati.
Sejumlah warga mengeluhkan kartu BPJS mereka tidak aktif, saat hendak digunakan berobat.
Keluhan tersebut menjadi perhatian serius oleh anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Moch Adhi Pamungkas.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Batangan itu menilai, dalam persoalan BPJS nonaktif merupakan masalah serius yang harus segera ditangani pemerintah.
Menurutnya, banyak warga yang mengadu. karena kartu BPJS mereka mendadak tidak aktif ketika sedang membutuhkan layanan kesehatan.
“Banyak warga kecil datang mengeluh kepada kami. Saat sakit dan hendak berobat, BPJS mereka justru tidak aktif. Ini tentu sangat memprihatinkan,” kata Adhi kepada wartawan, Sabtu (7/3/26).
Ia menekankan bahwa program jaminan kesehatan seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat, bukan justru menambah beban saat mereka sedang mengalami kesulitan.
Adhi menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan penerima bantuan iuran BPJS.
Jika tidak segera dibenahi, dikhawatirkan semakin banyak masyarakat kurang mampu yang kehilangan akses layanan kesehatan.
“Jangan sampai program yang seharusnya membantu rakyat malah membuat rakyat semakin susah,” tegasnya.
Menurut Adhi, pemerintah daerah juga perlu lebih proaktif, dalam melakukan verifikasi data penerima bantuan. agar tidak terjadi kesalahan atau keterputusan kepesertaan.
Dia menilai persoalan seperti ini, tidak boleh terus berulang. karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat
“Ketika masyarakat sakit, mereka membutuhkan kepastian layanan kesehatan. BPJS harus bisa menjadi jaminan, bukan justru menjadi persoalan,” lanjutnya.
Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluya mengapresiasi langkah kader PDI Perjuangan di Kecamatan Batangan yang terus memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah.
Menurut Teguh, penguatan organisasi tersebut penting, agar kader partai semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menyerap aspirasi warga secara langsung.
“Semakin kuat organisasi di tingkat bawah, maka komunikasi dengan masyarakat juga semakin baik,” ujar Teguh Bandang Waluya.
Ia berharap kader partai dapat terus hadir di tengah masyarakat, untuk mendengar berbagai persoalan yang mereka hadapi.(red)















