PATI – Ajangsana silaturahmi antara forkopimda kabupaten Pati dan tim pengawasan serta evaluasi (Wasev) TMMD reguler ke 128 Tahun anggaran 2026, kini berlangsung penuh kehangatan di ruang pringgitan pendopo
Pertemuan yang digelar sejak Kamis malam hingga Jumat (08/05/2026) ini. menjadi momen penting dalam mempererat kerjasama lintas sektor, demi pembangunan desa yang lebih merata.
Dalam kegiatan tersebut disambut baik oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Candra, Ketua Tim Wasev Brigjen TNI Franky Jan Hardy Watuseke, S.Sos., jajaran pejabat TNI dan Polri, DPRD Kabupaten Pati, serta stakeholder
Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kekompakan dan soliditas dalam mengawal pelaksanaan TMMD. selama ini dikenal sebagai program strategis pembangunan wilayah pedesaan.
Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Candra dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Wasev TMMD ke-128.
Ia menyebut bahwa program TMMD telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur desa maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Chandra menekankan bahwa keberhasilan TMMD tidak terlepas dari semangat gotong royong, harus terus terjaga di tengah masyarakat.
Menurutnya, gotong royong adalah fondasi penting yang mempererat hubungan antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat.
“Pembangunan desa tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Ini adalah tanggung jawab bersama.
TMMD menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi mampu mempercepat pembangunan,” ujar Plt Bupati Pati kepada wartawan
Maka dalam pelaksanaan TMMD selama ini. telah memberikan manfaat besar, dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat desa
Infrastruktur yang dibangun melalui TMMD, dinilai mampu menunjang pertumbuhan ekonomi serta mempermudah mobilitas warga.
Ketua Tim Wasev, Brigjen TNI Franky Jan Hardy Watuseke menyampaikan bahwa kegiatan pengawasan dan evaluasi
Hal ini merupakan bagian dari upaya memastikan program TMMD berjalan efektif, serta sesuai dengan target yang ditetapkan.
Wasev tidak hanya memeriksa laporan administrasi, namun juga melihat langsung dampak kegiatan bagi masyarakat.
Brigjen Franky mengapresiasi pelaksanaan TMMD di wilayah Kabupaten Pati yang dinilai berjalan baik, dan menunjukkan adanya inovasi pada program nonfisik.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan mikroba, untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat desa.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan strategi yang tepat dalam mendorong kemandirian desa, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan kebutuhan pangan masyarakat.
Melalui pertemuan silaturahmi ini, Brigjen Franky berharap sinergi seluruh unsur dapat terus terjaga hingga TMMD selesai dilaksanakan.
Dia menambahkan bahwa kekompakan dan kerjasama lintas sektor, menjadi kunci keberhasilan program TMMD.
Dengan semangat kebersamaan yang semakin kuat, Forkopimda Kabupaten Pati dan Tim Wasev optimistis pelaksanaan TMMD ke128 Tahun anggaran 2026
Dapat memberikan manfaat maksimal, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat pedesaan.(red)

















