JAKARTA – Ribuan perusahaan media siber yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), menghadapi tantangan besar di tengah derasnya arus transformasi digital global.
Isu tersebut menjadi sorotan utama dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) SMSI 2026, yang digelar di millennium hotel sirih jakarta pada 6–7 Maret 2026.
Forum strategis tersebut mempertemukan para ketua SMSI provinsi, tokoh pers nasional, serta perwakilan berbagai organisasi media
Untuk membahas masa depan industri media siber di Indonesia. Ketua Umum SMSI, Firdaus menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya
Kini, menaungi sekitar 3.181 perusahaan pers anggota yang sebagian besar merupakan media startup.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan betapa besarnya peran media lokal dan media kecil, dalam menjaga keberagaman informasi di Indonesia.
“Banyak media anggota SMSI lahir dari semangat idealisme wartawan yang ingin tetap menjaga independensi pers.
Mereka mendirikan media sendiri meskipun dengan sumber daya yang terbatas,” kata Firdaus kepada wartawan, Minggu (8/3/26).
Namun demikian, media startup menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal, persaingan dengan platform digital global, hingga kebijakan administratif yang dianggap memberatkan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebijakan verifikasi perusahaan pers oleh Dewan Pers, yang sering menjadi syarat kerjasama dengan pemerintah daerah.
Menurut Firdaus, kebijakan tersebut kerap membuat media kecil kesulitan berkembang, karena harus memenuhi berbagai persyaratan administratif yang tidak mudah dipenuhi.
Rapimnas SMSI juga membentuk tim perumus yang bertugas menyusun penyempurnaan AD/ART organisasi serta merumuskan sikap resmi terhadap berbagai isu strategis.
Tim tersebut dipimpin oleh Sihono HT bersama sejumlah anggota dan forum Rapimnas juga menghasilkan keputusan penting berupa surat terbuka kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Terkait perlunya perlindungan terhadap industri media nasional di tengah perkembangan ekonomi digital global.
Melalui forum ini, SMSI berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan media siber nasional
Menjadi salah satu penopang demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia.(red)















