SUMSEL – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dilakukan dengan cara menyentuh langsung masyarakat.
Satgas Edukasi tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga turun ke lapangan membagikan masker, Selasa (8/9/26).
Memasang media edukasi hingga mendatangi kawasan yang pernah menjadi langganan kebakaran.
Di wilayah hukum Polres OKI, misalnya, tim menyambangi masyarakat di Kecamatan Rantau Bayur, sekaligus mendatangi perkebunan warga yang tercatat rawan terjadi karhutla.
Sementara di wilayah Musi Banyuasin, petugas memberikan pemahaman mengenai bahaya karhutla, dampaknya serta langkah pencegahannya.
Edukasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama masyarakat. Langkah serupa dilakukan di OKU Timur melalui sambang keliling dan penyuluhan di Desa Betung serta Desa Sidomulyo.
Masyarakat yang terdampak karhutla juga diberikan edukasi mengenai bahaya kebakaran serta konsekuensi pidana, apabila sengaja membakar hutan dan lahan.
Di Ogan Ilir, Satgas turut berkoordinasi dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, Masyarakat Peduli Api dan unsur terkait lainnya.
Poster edukasi juga dipasang di Kantor Desa Pulau Semambu. Tak hanya masyarakat, perusahaan turut menjadi sasaran
Di Muara Enim, tim mengajak PT Sele Raya Belida berperan membantu, apabila terjadi karhutla dan memasang pamflet edukasi di lingkungan perusahaan.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan karhutla dilakukan melalui kombinasi edukasi
Pendekatan langsung, penguatan partisipasi masyarakat dan peningkatan kewaspadaan di wilayah rawan, bersama Tim Edukasi Dittipidter Bareskrim Polri ke Sumsel, Kalbar, Kalteng serta Kaltim Kalsel”,tutur Kombes Pol. Anton Firmanto, S.H.(red)
















