PATI – Insiden seorang siswa MTs Islam di Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati yang mengalami putus jari menjadi perhatian Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI) Pusat.
Ketua Umum RPPAI Pusat, Agus Kliwir melakukan inspeksi langsung ke sekolah pada Senin (3/8/2026).
Untuk mendengar penjelasan dari pihak madrasah, sekaligus melihat kondisi lingkungan tempat terjadinya kecelakaan.
Berdasarkan penjelasan Kepala MTs Islam Sofii, S.Pi. kejadian tersebut merupakan kecelakaan saat korban memanjat pagar besi di dekat kamar mandi sekolah, hingga jarinya terjepit.
Korban kemudian langsung dibawa ke RS KSH untuk memperoleh pertolongan medis. Selain mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah dalam menangani korban
Agus Kliwir juga mendorong adanya evaluasi terhadap aspek keselamatan di lingkungan sekolah, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas. Setiap fasilitas sekolah yang berpotensi membahayakan
Perlu dievaluasi, sehingga lingkungan belajar benar-benar aman bagi anak-anak,” katanya.
Agus Kliwir juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial.
Ia menilai komunikasi yang baik antara keluarga korban, sekolah, dan yayasan menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan secara bijaksana.
RPPAI Pusat berharap aparat penegak hukum Mapolresta Pati dapat memfasilitasi proses mediasi, sehingga penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan dengan tetap memperhatikan hak-hak anak serta rasa keadilan bagi seluruh pihak.
“Musyawarah adalah jalan terbaik selama seluruh pihak memiliki itikad baik. Yang paling penting sekarang adalah memastikan korban mendapatkan perhatian, pendampingan, dan pemulihan secara maksimal,” tutur Agus Kliwir.(red)
















