PATI – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pati kembali menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan wilayah, menyusul beredarnya isu rencana aksi massa pada 13 Mei 2026.
Ketua PDM Pati, Muhammad Luqman, S.Pd hari ini menilai situasi kondusif, merupakan aset besar bagi keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Muhammad Luqman menyampaikan bahwa keamanan bukan sekadar urusan aparat, melainkan merupakan fondasi utama yang menentukan kelancaran aktivitas rakyat.
Jika situasi terganggu akibat mobilisasi massa, dampaknya tidak hanya dirasakan pemerintah, namun juga langsung menyentuh masyarakat kecil.
“Kalau daerah tidak aman, pedagang pasar resah, petani tidak nyaman bekerja, sekolah bisa terganggu, bahkan layanan publik juga ikut terdampak.
Maka jangan sampai stabilitas yang sudah baik ini dirusak,” ujar Muhammad Luqman, S.Pd kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Ia menyoroti bahwa ajakan aksi yang tersebar melalui media sosial sering kali dibungkus dengan narasi emosi, provokasi, bahkan memecah belah.
Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap isu-isu viral, yang belum jelas siapa penggerak dan apa tujuannya.
Dia menambahkan, bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi Islam besar di Indonesia selalu mengedepankan dakwah pencerahan, bukan dakwah kemarahan.
Agar masyarakat menyampaikan kritik dengan cara santun, melalui dialog dan jalur yang lebih konstruktif.
“Kritik itu boleh, berbeda pendapat itu wajar. Tapi kalau caranya memancing kegaduhan, itu bukan solusi. Itu justru membuka peluang konflik,” lanjutnya.
Pati selama ini dikenal sebagai wilayah yang damai, guyub rukun, dan penuh tradisi kebersamaan.
Jangan sampai identitas itu hilang, hanya karena masyarakat terpancing seruan aksi yang belum tentu membawa manfaat.
Dalam pernyataannya, Muhammad Luqman, S.Pd meminta agar warga Pati menahan diri, dan tidak menghadiri kegiatan yang berpotensi memicu ketegangan.
“Kalau ada ajakan aksi yang berpotensi mengganggu keamanan, kalau bisa jangan hadir. Kita jaga Pati tetap damai,” imbuhnya.
Selain itu, Muhammad Luqman menekankan bahwa sinergi masyarakat dengan aparat keamanan harus diperkuat.
Polri sebagai mitra rakyat yang bertugas menjaga keamanan, demi kepentingan umum dan jangan memusuhi aparat.
Marilah kita cintai Polri, hal ini bagian dari masyarakat dan kedepan agar membantu menjaga situasi, agar tetap aman,” katanya.
Masyarakat tetap bersatu dan menempatkan persatuan sebagai nilai utama. Menurutnya, Pati akan semakin maju
Jika seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas, tidak terpancing emosi, serta menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan.(red)


















