PATI – Di tengah persoalan sosial yang terus menumpuk, pelantikan pimpinan baznas Kabupaten Pati periode 2026–2031, bukan lagi sekadar seremoni biasa.
Ini menjadi momen penentuan, apakah dana zakat akan benar-benar menjadi solusi bagi rakyat kecil, atau hanya berhenti pada rutinitas birokrasi yang sibuk membangun citra.
Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra secara terang-terangan menekankan bahwa baznas tidak boleh menjadi lembaga yang hanya aktif saat pelantikan, dan laporan tahunan.
Ia menuntut gerakan nyata, cepat dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Pesan itu disampaikan langsung oleh Plt Bupati Pati.
Chandra dalam acara pelantikan yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (10/4/2026). Ia menyoroti kondisi sekarang yang masih rentan terhadap bencana banjir, serta masih banyaknya warga yang hidup di rumah tak layak huni.
Ia menilai bahwa persoalan banjir bukan hanya urusan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kemanusiaan.
Ketika banjir datang, masyarakat kecil menjadi korban pertama, kehilangan tempat tinggal, kehilangan penghasilan, dan bahkan kehilangan akses pendidikan.
Karena itu, baznas diminta menjadi lembaga yang responsif.“Kami berharap hari ini dapat langsung berinteraksi dan dekat dengan masyarakat,” ujar Chandra kepada wartawan.
Pernyataan itu menjadi semacam teguran halus bahwa baznas tidak boleh berjarak. Masyarakat hari ini membutuhkan lembaga yang hanya muncul dalam agenda formal.
Mereka butuh lembaga yang hadir di saat darurat, bergerak cepat saat rumah ambruk dan memberi peluang pendidikan bagi anak-anak miskin yang nyaris putus sekolah.
Kepengurusan baznas Pati periode 2026 – 2031 kini dipimpin oleh H. Minanurrochman sebagai Ketua, dengan Wakil Ketua Nur Faqih, Moh. In’am Muhlisin, Lintal Muna, dan Muhammad Ni’am Sutaman.
Pemkab Pati menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Dana zakat, infak, dan sedekah harus menjadi kekuatan sosial yang nyata
Untuk membiayai program RTLH, memperluas beasiswa, hingga memperkuat dukungan kepada pondok pesantren.
“Harapannya, baznas dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pati, dalam berbagai program sosial kemasyarakatan,” tambah Chandra.
Kini masyarakat menunggu, apakah baznas Pati mampu menjadi lembaga yang benar-benar membela rakyat kecil, atau justru tenggelam
Dalam rutinitas administrasi yang tidak menghasilkan perubahan”, pungkasnya.(red)


















